Wanita Pegawai Bps Di Malut Dibunuh Rekan Pria, Mayat Ditemukan Usai 2 Minggu

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX
Halmahera Timur -

Seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) di Halmahera Timur, Maluku Utara, berinisial KLP namalain Tiwi (30) ditemukan tewas di rumah dinasnya. Jasad Tiwi ditemukan dalam kondisi membusuk.

Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya, menyebut peristiwa itu diketahui setelah tetangga Tiwi, Angga, melapor pada Kamis (31/7). Habiem menyebut saksi melapor ada keanehan dari rumah dinas nan ditempati Tiwi.

"Jadi kerabat Angga sekitar jam 4 sore datang ke instansi kami melaporkan 'Pak sepertinya kami ada penemuan mayit di salah satu bilik di rumah Dinas Statistik Haltim'," kata Habiem.

Polsek Maba kemudian datang ke rumah lokasi. Polisi mendobrak pintu dan menemukan mayit dalam keadaan membusuk.

"Jadi ketika kita masuk, kita langsung melakukan pendobrakan di pintu bilik rumahnya, begitu terbuka kamarnya, kita itu udah menyaksikan, udah memandang kondisi almarhumah korban pada saat itu tuh udah dalam kondisi nan membusuk," ujarnya.

Habiem menyebut pihaknya tidak mendapati kunci bilik dan ponsel milik Tiwi. Pihaknya kemudian menduga korban tewas lantaran dibunuh.

"Dari situ kita beranggapan percaya bahwa korban ini bukan meninggal lantaran bunuh diri alias sakit. Dari situ kepercayaan interogator bahwa ini suatu tindak pidana pembunuhan," ucap dia.

Usai olah TKP, polisi melakukan pemeriksaan terhadap rekan kerja Tiwi. Dia menyebut Tiwi diketahui terakhir kali masuk kerja pada Kamis (17/7).

"Berarti kita udah beranggapan ini mungkin tanggal 18-19 ini kemungkinan korban udah nggak bernyawa, jika dilihat dari kondisi korban nan sudah seperti itu," tutur Habiem.

Polisi menyebut ada dua pegawai BPS setempat nan belum bisa diperiksa, ialah Aditya Hanafi (27) dan Almira. Keduannya diketahui sedang libur untuk menikah sejak 7 Juli.

Namun berasas informasi, Aditya Hanafi diduga berada di Halmahera Timur pada tanggal 16-19 Juli. Sedangkan Almira, calon istrinya, telah berada di Ternate.

"Jadi kita makin kuat nih kecurigaan kita, ngapain dia ke Haltim, sedangkan dia udah mau nikah," jelas Habiem.

Polisi kemudian memanggil Aditya Hanafi untuk diklarifikasi. Namun, dia tak datang memenuhi panggilan tersebut hingga berujung polisi melacak nan bersangkutan.

Pada Minggu (3/8) malam, Aditya Hanafi diketahui bakal pulang ke Maba, Haltim. Namun, dia turun dari travel dan berbalik arah ke Ternate di tengah perjalanan.

"Dia turun, di sepertiga perjalanan, dia kembali lagi ke Ternate. Saya siapkan tim saya, kita persiapan jemput dia di Ternate, lantaran beberapa perangkat bukti dan petunjuk mengatakan dia calon tersangka," kata Habiem.

Aditya kemudian datang ke Direktorat Krimum Polda Maluku Utara. Dia disebut mengaku mengetahui siapa pelaku nan membunuh Tiwi.

"Pada saat itu dia belum jujur. Kemudian kita lakukan pemeriksaan singkat, interogasi singkat di sana. Akhirnya dia mengakui bahwa dia pelakunya," ujar Habiem.

Aditya disebut mengakui dia melakukan tindakan kejinya pada Sabtu, 19 Juli 2025, sekitar pukul 05.22 WIT. Setelah melakukan aksinya, dia kembali ke Ternate untuk melangsungkan pernikahan pada Minggu 27 Juli 2025.

"Jadi pada saat pembunuhan dia menggunakan bantal, keterangan dia menggunakan bantal. Jadi bantalnya dibekap ke mukanya korban, sampai korban tidak bisa bernapas," ujar Habiem.

(ond/haf)