Bertemu Prabowo, Ormas Islam Siap Sinergi Ajak Warga Tenang-jaga Kondusifitas

Sedang Trending 18 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengungkap isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 16 ormas keagamaan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan nan berjalan 3 jam membahas secara umum persoalan bangsa nan sekarang terjadi.

Gus Yahya menyebut dari 16 organisasi keagamaan ini, datang para Ketua Umum dan para Sekjen. Pertemuan juga dihadiri sejumlah menteri kabinet, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, hingga Kepala BIN Herindra.

"Kami berbincang dari hati ke hati memahami secara umum tapi komplit persoalan bangsa nan dihadapi khususnya hari-hari ini dan kami bermufakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk membujuk kepada masyarakat agar lebih tenang," kata Gus Yahya dilihat di YouTube Setpres, Sabtu (30/8/2025).

Gus Yahya dan para ormas nan datang menyatakan bakal terus berbareng pemerintah untuk mengatasi tantangan bangsa ke depan. Ia menekankan pentingnya persatuan menghadapi masalah bangsa.

"Dan insyaallah bersama-sama Presiden Prabowo Subianto di bawah pemerintahan beliau dan juga dengan support dari para pemimpin umat, insyaallah bersama-sama kita bisa mengatasi apapun tantangan nan kita hadapi," ujarnya.

Presiden Prabowo 16 Ormas Islam ke Hambalang, Bogor.Presiden Prabowo 16 Ormas Islam ke Hambalang, Bogor. (Foto: Dok. YouTube Setpres)

Gus Yahya mengatakan bakal ada pertemuan lanjutan nantinya di Istana Negara. Ia menyebut bakal ada kesepakatan sebagai tekad berbareng Presiden Prabowo dan ormas keagamaan.

"Dan sesudah ini insyaallah bakal kami melanjutkan dan pertemuan lanjutan, nan insyaallah bakal dilaksanakan di Istana Negara, sama antara Bapak Presiden dengan ormas-ormas Islam," ujarnya.

"Dan mudah-mudahan di sana kelak bakal ada sesuatu nan bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan berbareng antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini," lanjut Gus Yahya.

(eva/idh)