ARTICLE AD BOX
Pekanbaru -
Ditlantas Polda Riau menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Pekanbaru. Sebanyak 2 ton beras disalurkan kepada penduduk dengan nilai terjangkau.
"Polri berupaya datang bukan hanya dalam memberikan pelayanan lampau lintas, tetapi juga meringankan beban masyarakat. Melalui program ini diharapkan masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan nilai terjangkau," ujar Kasubdit Regident, AKBP Fatikh Dedy Setyawan, dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan ini berjalan di Jalan Jenderal Ahmad Yani dan di laman Kantor UPTD Jalan Cempaka Gang Pe'eng, Kecamatan Sukajadi. Selain menyalurkan beras murah, Ditlantas Polda Riau juga memberikan edukasi tertib lampau lintas.
"Kehadiran Polantas dalam aktivitas ini menghadirkan wajah humanis, membantu kebutuhan pokok sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara," katanya.
Ditlantas Polda Riau menggelar aktivitas pangan murah di Kota Pekanbaru, Sabtu (30/8/2025). Foto: (dok. Polda Riau)
Anton, salah seorang penduduk nan membeli paket beras murah mengaku sangat terbantu. Menurutnya, nilai sembako nan disalurkan Polda Riau lebih murah dibanding pasar dan mutunya juga bagus.
"Kami berambisi program seperti ini bersambung agar masyarakat semakin terbantu," ucapnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi Polri untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Ditlantas Polda Riau menggelar aktivitas pangan murah di Kota Pekanbaru, Sabtu (30/8/2025). Foto: (dok. Polda Riau)
"Polri mau memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok tetap terjaga. Kehadiran program ini juga menjadi bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, baik dalam menjaga keamanan lampau lintas maupun menjawab kebutuhan dasar masyarakat," tegasnya.
Program pangan murah sendiri merupakan kebijakan pemerintah pusat nan dijalankan secara serentak oleh Polri berbareng Bulog di beragam daerah, untuk menekan lonjakan nilai pangan dan menjaga inflasi tetap terkendali.
Pemerintah memastikan stok beras nasional mencukupi dan intervensi pengedaran pangan dilakukan agar masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan nilai terjangkau.
(mei/jbr)