Haedar Nashir Minta Warga Waspada, Kekerasan Bisa Runtuhkan Keutuhan Bangsa

Sedang Trending 18 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX
Jakarta -

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut para ormas Islam nan diundang memberikan sejumlah masukan kepada Presiden Prabowo Subianto menyikapi situasi nan terjadi saat ini. Ia mengapresiasi Prabowo nan sangat terbuka atas segala masukan dari para ormas Islam.

"Kami selama 3 jam tadi dengan berbincang dan kami juga memberi masukan dan pandangan Pak Presiden begitu terbuka," kata Haedar dilihat di YouTube Setpres, Sabtu (30/8/2025).

"Dan kami punya pandangan nan sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan nan punya sejarah nan panjang di Republik ini dalam kemerdekaan dan pasca kemerdekaan memahami betul, menghayati betul bahwa persatuan keutuhan dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama," lanjutnya.

Haedar berambisi masyarakat memaknai kerakyatan nan lebih jernih. Serta memanfaatkan proses kerakyatan nan penuh tanggung jawab.

"Kami memahami kerakyatan dan aspirasi, tetapi hendaknya dan kami percaya seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan kerakyatan itu dengan penuh pertanggungjawaban keadaban," ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta masyarakat waspada untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal nan berujung kekerasan. Menurutnya, kekerasan hanya bakal merusak keutuhan bangsa.

"Dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal nan membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan nan meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujar Haedar.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut ialah Ketua MPR Ahmad Muzani beserta sejumlah menteri dan wakil menteri kabinet Merah Putih. Adapun tokoh organisasi lainnya nan hadir, yaitu:
1.⁠ ⁠⁠Ketum Dewan Dakwah, Adian Husaini
2.⁠ ⁠⁠Ketum AQL, Bachtiar Nasir
3.⁠ ⁠⁠Ketum Mathalul Anwar, Embay Mulya Syarief
4.⁠ ⁠⁠Ketum Al-Irsyad Al-Islamiyah, Faisol Nasar Madi
5.⁠ ⁠⁠Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva
6.⁠ ⁠⁠Ketum PP Persatuan Islam, Jeje Zainuddin
7.⁠ ⁠⁠Ketum Al Wasliyah, Masyhuril Khamis
8.⁠ ⁠⁠Ketum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin
9.⁠ ⁠⁠Ketum Hidayatullah, Nashirul Haq Marling
10.⁠ ⁠⁠Ketum PUI, Raizal Arifin, S.S., M. Sos
11.⁠ ⁠⁠Ketum PERTI, Syarfi Hutauruk
12.⁠ ⁠⁠Ketum KBPII, Nasrullah
13.⁠ ⁠Waktum PBNU, Amin Said Husni
14.⁠ ⁠⁠Ketua LKKS PP Muhammadiyah, Fajar Riza Ul Haq
15.⁠ ⁠⁠Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti
16.⁠ ⁠⁠Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf
17.⁠ ⁠⁠Sekjen Mathalul Anwar, Babay Sujawandi
18.⁠ ⁠⁠Sekjen Hidayatullah, Candra Kurnianto
19.⁠ ⁠⁠Sekjen Syarikat Islam, Ferry Juliantono
20.⁠ ⁠⁠Sekjen PP Persatuan Islam, Haris Muslim
21.⁠ ⁠⁠Sekjen PUI, Kana Kurniawan
22.⁠ ⁠⁠Sekjen IKADI, Khairan M. Arif
23.⁠ ⁠⁠Sekjen Al-Irsyad Al-Islamiyah, Muhammad Halim Bakhabazy
24.⁠ ⁠⁠Sekjen Wahdah Islamiyah, Syaibani Mujiono
25.⁠ ⁠⁠Sekjen PERTI, Undrizon
26.⁠ ⁠⁠Sekjen PP KBPII, Asep Efendi
27.⁠ ⁠⁠Sekjen Dewan Dakwah, Avid Solihin
28.⁠ ⁠DPP Al Ittihadiyan, Agus Wicaksono

(eva/eva)