ARTICLE AD BOX
Jakarta -
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kol Inf Agung Udayana, menampik ada intervensi militer nan bakal dilakukan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Udayana (Unud). Menurutnya, jika ada personel Kodam Udayana nan mendaftar menjadi mahasiswa Unud, perihal itu dalam rangka memperdalam pengetahuan nan kaitannya dengan profesi.
"Kami kuliah itu untuk memperdalam ilmu. Tidak untuk menebarkan militerisme alias apa pun," kata Agung dikutip detikBali, Rabu (2/4/2025).
Agung mengatakan TNI AD bakal tetap mematuhi dan mengikuti Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendaftaran personel Kodam Udayana sebagai mahasiswa juga bakal melalui sistem nan bertindak di kampus Unud.
"Setahu saya di dalam perguruan tinggi itu nan dipegang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak bakal ada intervensi apa pun. Begitu kami jadi mahasiswa, nan dipegang Tri Dharma Perguruan Tinggi," terang Agung.
Agung mengatakan tak hanya tentara nan berkuasa kuliah meski tetap berdinas, tetapi juga polisi dan jaksa. Mereka biasanya menyasar jenjang strata-3 (S3) dengan jam kuliah sore hingga malam. Hanya, pekerjaan personel Kodam Udayana sebagai tentara, bakal tetap melekat meski berstatus mahasiswa. "Unud kami pilih lantaran bergengsi. Apalagi statusnya negeri," ujarnya.
Terkait PKS, Agung mengatakan, belum ada realisasi apa pun hingga kini. Teknis pelaksanaannya dapat diatur di kemudian hari, termasuk pemberian materi soal bela negara hingga penguatan pembinaan teritorial nan semuanya bakal diberikan melalui kuliah umum.
Baca buletin selengkapnya di sini.
(fca/imk)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini